Butterfly

Senin, 29 Juni 2015

BAHASA INGGRIS BISNIS 2/SOFTSKIL/ZEFANYA PUTRI LISTORO/17211727

BAHASA INGGRIS BISNIS 2
Nama           : Zefanya Putri Listoro
NPM            : 17211727
Kelas            : 4EA27

FAKULTAS MANAJEMEN  EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA 




KATA PENGANTAR

Perlu di sadari bahwa tidak ada acuan baku dalam berbahasa inggris bisnis, hal ini terjadi  karena bahasa inggris bisnis digunakan oleh begitu banyak bangsa dengan sekian banyak latar belakang budaya dan kebiasaan berbahasa
Salah satu tujuan pembelajaran Bahasa Inggris adalah mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam bentuk lisan maupun tertulis. Kemampuan berbahasa seseorang menunjukkan kecakapan seseorang dalam berkomunikasi ini meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing). Kemampuan membaca merupakan salah satu standar kemampuan dalam Bahasa Inggris yang harus dicapai pada semua jenjang pendidikan

Sejarah Bahasa Inggris
Bahasa Inggris berasal dari dialek Jermanik Laut Utara yang dibawa ke Britania oleh pemukim Jermanik dari berbagai wilayah yang saat ini dikenal dengan Belanda, Jerman utara, dan Denmark. Menjelang periode ini, penduduk Britania Romawi berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Brittonik, Keltik, beserta bahasa-bahasa Romawi yang dipengaruhi oleh bahasa Latin setelah pendudukan Romawi yang berlangsung selama 400 tahun Salah satu suku Jermanik yang datang ke Britania adalah Angles, yang diperkirakan pindah seluruhnya ke Britania.  Nama England (dari Engla land "Land of the Angles") and English(Old English Englisc) berasal dari nama suku ini – meskipun suku-suku Jermanik lainnya seperti Saxon,  Jute, dan suku-suku dari pantai Frisia, Saxon Hulu,Jutland, dan Swedia selatan juga pindah ke Britania pada periode ini.
Pada awalnya, bahasa Inggris Kuno terdiri dari beragam kelompok dialek, yang mencerminkan beragam suku yang menghuni Inggris Anglo-Saxon, tetapi dialek Saxon Barat perlahan-lahan mulai mendominasi, seperti yang tertulis dalam syair Beowulf.
Bahasa Inggris Kuno kemudian diubah lagi oleh dua gelombang invasi. Yang pertama adalah invasi oleh penutur bahasa Jermanik Utara, ketika Halfdan Ragnarsson dan Ivar the Boneless mulai menaklukkan dan menguasai Kepulauan Britania bagian utara pada abad ke-8 dan ke-9 (lihat Danelaw). Invasi kedua berasal dari penutur bahasa Romawi Normandia Kuno pada abad ke-11 setelah penaklukan Normandia terhadap Inggris. Normandia mengembangkan bahasa Inggris menjadi bahasa Anglo-Norman, dan kemudian Anglo-Perancis – dan memperkenalkan penggolongan kata, khususnya di kalangan istana dan pemerintahan. Normandia juga memperluas leksikon bahasa Inggris dengan menyerap kata-kata dari bahasa Skandinavia dan Perancis. Hal ini pada akhirnya menyederhanakan tatabahasa dan mengubah bahasa Inggris menjadi sebuah "bahasa pinjaman" – bahasa yang secara terbuka menerima kata-kata baru dari bahasa lain.
Pergeseran linguistik dalam bahasa Inggris setelah pendudukan Normandia menghasilkan bahasa baru yang saat ini dikenal dengan bahasa Inggris Pertengahan;The Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer adalah karya terkenal yang ditulis dalam bahasa ini. Pada periode ini, bahasa Latin merupakan lingua franca di kalangan Gereja Kristen dan intelektual Eropa, dan karya-karya ditulis atau disalin dalam bahasa Latin. Kata-kata Latin kemudian turut diserap untuk menciptakan istilah atau konsep yang tidak terdapat dalam kata bahasa Inggris asli.
Pemakaian bahas Inggris Modern, termasuk dalam karya-karya William Shakespeare dan Alkitab Versi Raja James, umumnya bermula sejak tahun 1550, dan setelah Britania Raya menjadi kekuatan kolonial, bahasa Inggris berfungsi sebagai lingua franca di negara-negara jajahan Imperium Britania.
Pada periode pascakolonial, beberapa negara baru yang memiliki beragam bahasa pribumi memilih untuk tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai lingua franca untuk menghindari pertentangan politik yang mungkin muncul akibat menggunakan salah satu bahasa pribumi ketimbang bahasa yang lainnya. Sebagai akibat pertumbuhan Imperium Britania, bahasa Inggris digunakan secara luas di negara-negara bekas jajahan Britania di Amerika Utara, India, Afrika, Australia, dan di berbagai wilayah lainnya. Penggunaan bahasa Inggris semakin meluas setelah Amerika Serikat muncul sebagai negara adidaya pada pertengahan abad ke-20.
Tata Bahasa
Tata bahasa Inggris memiliki variasi dalam struktur dan penggunaannya, itu tergantung tradisi yang digunakan oleh suatu negara yang dipengaruhi oleh bahasa asli dari negara tersebut. Secara umum, tata bahasa yang dipedomani adalah tata bahasa Inggris Amerika dan Inggris Britania Raya (British).

Sistem kala

Sistem kala dalam bahasa Inggris disebut tense. Tense terbagi menjadi tiga yakni:
·         Past tense (kala lampau)
·         Present tense (kala kini)
·         Future tense (kala akan datang)


Dalam satu tense masing-masing terbagi menjadi empat yakni:
·         Simple
·         Continuous
·         Perfect
·         Perfect Continuous

Rumus sistem kala

Kalimat positif/Kalimat aktif
Past
Present
Future
Past Future
Simple
S + KK2 + O
S + KK1 + O
S + Will + KK1 + O
S + Would + KK1 + O
Continuous
S + Was/Were + KK-ing + O
S + Am/Are/Is + KK-ing + O
S + Will + Be + KK-ing + O
S + Would + Be + KK-ing + O
Perfect
S + Had + KK3 + O
S + Have/Has + KK3 + O
S + Will + Have + KK3 + O
S + Would + Have + KK3 + O
Perfect Continuous
S + Had + Been + KK-ing + O
S + Have/Has + Been + KK-ing + O
S + Will + Have + Been + KK-ing + O
S + Would + Have + Been + KK-ing + O
·         Ket:
Subyek adalah pelaku dan obyek adalah penderita.
untuk KK1, kata ganti orang ketiga harus ditambah s/es
Kalimat negatif
Past
Present
Future
Past Future
Simple
S + Did + Not + KK2 + O
S + Do/Does + Not + KK1 + O
S + Will + Not + KK1 + O
S + Would + Not + KK1 + O
Continuous
S + Was/Were + Not + KK-ing + O
S + Am/Are/Is + Not + KK-ing + O
S + Will + Not + Be + KK-ing + O
S + Would + Not + Be + KK-ing + O
Perfect
S + Had + Not + KK3 + O
S + Have/Has + Not + KK3 + O
S + Will + Not + Have + KK3 + O
S + Would + Not + Have + KK3 + O
Perfect Continuous
S + Had Not + Been + KK-ing + O
S + Have/Has + Not + Been + KK-ing + O
S + Will + Not + Have + Been + KK-ing + O
S + Would + Not + Have + Been + KK-ing + O
·         Ket: Subyek adalah pelaku dan obyek adalah penderita.
Kalimat pasif
Past
Present
Future
Past Future
Simple
S + Was/Were + KK3 + By + O
S + Am/Are/Is + KK3 + By + O
S + Will + Be + KK3 + By + O
S + Would + Be + KK3 + By + O
Continuous
S + Was/Were + Being + KK3 + By + O
S + Am/Are/Is + Being + KK3 + By + O
S + Will + Be + Being + KK3 + By + O
S + Would + Be + Being + KK3 + O
Perfect
S + Had + Been + KK3 + By + O
S + Have/Has + Been + KK3 + O
S + Will + Have + Been + KK3 + O
S + Would + Have + Been + KK3 + O
Perfect Continuous
S + Had + Been + Being + KK3 + By + O
S + Have/Has + Been + Being + KK3 + By + O
S + Will + Have + Been + Being + KK3 + By + O
S + Would + Have + Been + Being + KK3 + By + O
·         Ket: Subyek adalah penderita dan obyek adalah pelaku.

Kata ganti

Orang

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kata ganti orang


Kata ganti orang Inggris
Orang
Nomor
Kasus

Subyek
Obyek

Pertama
Tunggal
I
me

Jamak
we
us

Kedua
Tunggal
you
you

Jamak
you
you

Ketiga
Tunggal
he, she, it
him, her, it

Jamak
they
them




Refleksi

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kata ganti refleksi


Kata ganti refleksi Inggris
I
myself
you
yourself
we
ourselves
they
themselves
you (jamak)
yourselves
he, she, it
himself, herself, itself




Pemilik

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kata ganti pemilik


Kata ganti pemilik dalam bahasa Inggris
Subyek
Kata sifat
Kata ganti
I
my
mine
you
your
yours
we
our
ours
they
their
theirs
he, she, it
his, her, its
his, hers, its

 





 

 

Pe-nanya

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kata ganti penanya


Kata ganti penanya Inggris
Inggris
Indonesia
how
bagaimana
who
siapa
what
apa
when
kapan
why
mengapa
where
di mana, ke mana
whose
punya siapa
whom
oleh siapa
how many
berapa (untuk benda dapat dihitung)
how much
berapa (untuk benda tidak dapat dihitung)


 


Penunjuk

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kata ganti penunjuk


Kata ganti penunjuk Inggris
Inggris
Indonesia
this, these
ini
that, those
itu
this one
yang ini
that one
Yang itu




Pengertian dan Contoh Kalimat Subject-Verb Complement Bahasa Inggris
·         Pengertian Complement
Complement adalah kata atau kelompok kata yang melengkapi makna dari subject, verb, atau object. Dengan demikian, ada tiga macam complement, yaitu: subject, verb, danobject complement.
Subject Complement
·         Pengertian Subject Complement
Subject complement adalah noun, pronoun, adjective, atau konstruksi lain (berperan sebagai noun atau adjective) yang mengikuti verbs of being atau linking verb serta berfungsi menerangkan atau merujuk subjek kalimat.
Subject complement terbagi menjadi tiga yaitu: predicate adjective (subjek dihubungkan dengan adjective), predicate noun (subjek dihubungkan dengan noun), dan predicate pronoun (subjek dihubungkan dengan pronoun).




Contoh Subject Complement [SC= bold, linking verb= italic]
Contoh Kalimat Subject Complement
Keterangan
Mr. Mamat was a great headmaster.
(Mr. Mamat adalah kepala sekolah yang hebat.)
headmaster (predicate noun)= menerangkan subjek (Mr. Mamat);
a, great= modifier yang menerangkan headmaster;
a great headmaster= noun phrase
That lady is very beautiful.
(Wanita itu sangat cantik.)
beautiful (predicate adjective)= menerangkan subjek (lady);
very = modifier yang menerangkan beautiful;
that lady= noun phrase
These are yours.
(Ini milikmu.)
yours (predicate pronoun)= menerangkan subjek (this);
these= demonstrative pronoun
The noodle tasted delicious.
(Mie tsb terasa lezat.)
delicious (predicate adjective)= menerangkan subjek (noodle);
the noodle= noun phrase
My favorite activities are shoppingand traveling.
(Aktivitas favoritku adalah belanja dan jalan-jalan.)
shopping, traveling (gerund)= menerangkan subjek (activity);
my favorite activity= noun phrase
His dream is to win a cooking contest.
(Impiannya adalah menang kontes masak.)
to win a cooking contest (infinitive)= menerangkan subjek (dream);
his dream= noun phrase

·         Verb Complement
Verb complement adalah direct object (DO) atau indirect object (IO) dari suatu action verb. Objek-objek tersebut dapat berupa noun, pronoun, atau konstruksi lain yang berakting seperti noun, seperti: gerund, infinitive, dan noun clause.



Contoh Verb Complement [DO= bold; IO= italic]:
Contoh Kalimat Verb Complement
Direct Object
Indirect Object
My boss paid me two thousand dollars.
(Bosku membayarku dua ribu dollar.)
noun phrase
pronoun
I love swimming.
(Aku suka berenang.)
gerund
-
She wanted to go.
(Dia ingin pergi.)
infinitive
-
He discovered that creating a website is quite easy.
(Dia mendapati bahwa membuat sebuah website cukup mudah.)
noun clause
-

Verb Phrases & Tenses
Pengertian dan Contoh Kalimat Phrasal Verbs dan Artinya
Pengertian Phrasal Verb
Phrasal Verb adalah frasa yang merupakan kombinasi antara verbstandar (contoh: go, make, take) dan satu atau dua particle. Particle(s) yang digunakan dapat berupa adverb dan/atau preposition. 
Frasa ini sangat penting untuk dipelajari karena umum digunakan dalam percakapan sehari-hari native speaker dan informal written language. Poin penting dalam mempelajari frasa ini adalah memahami  arti dan cara penggunaannya.
Contoh phrasal verb:
call on, go away, make up, stand up for, take off
Arti Phrasal Verb
Sebagian phrasal verb dapat diartikan dari tiap kata penyusunnya (verb dan particle) atau dari kata kerjanya saja dimana particle digunakan untuk memberi penekanan arti. Sehingga tidak terlalu sulit bagi non-native learner untuk memahami frasa tersebut.




Contoh Kalimat Phrasal Verb:
·         You can put off your shoes here. (Kamu dapat melepas sepatumu disini.)
·         He will get into trouble if you drink alcohol. (Dia akan masuk ke dalam masalah jika dia minum alkohol.)
·         The man has decided to close his business down. (Pria itu telah memutuskan untuk menutup usahanya selamanya.)
Namun sebagian phrasal verb yang lain yang tidak dapat ditebak artinya dari komponen penyusunnya atau dengan kata lain merupakan idiom. Kelompok inilah yang kerap membingungkan. Solusinya adalah dengan menghapalkan phrasal verb bermakna idiom yang umum digunakan sehari-hari.
Contoh Kalimat Phrasal Verb:
·         While studying, she dropped off. (Ketika sedang belajar, dia tertidur.)
·         The subsidized fuel has run out. (BBM Premium telah habis.)
Selain itu, banyak pula phrasal verb tersebut yang memiliki lebih dari satu makna, baik yang bermakna idiom maupun sebenarnya.
Contoh Kalimat Phrasal Verb:
·         Toni picked up that ball. (Toni mengambil (dengan tangan) bola itu.)
·         Pick up your shoes. (Rapikan sepatumu.)
·         My brother picked up some hats. (Saudara laki-lakiku mengoleksi beberapa buah topi.)

Pengertian Verb Phrase
Verb phrase berdasarkan traditional grammar adalah kelompok kata berupa main verb (kata kerja utama( dan auxiliary verb (kata kerja bantu), sedangkan berdasarkan generative grammar adalah predicate — main verb beserta seluruh elemen yang melengkapinya: auxiliary verb,complement (objek kalimat), dan/atau modifier, namun tidak termasuk subjek kalimat.




Verb Phrase
Traditional Grammar
main verb
Generative Grammar
+/- auxiliary verb + main verb +/- complement +/- modifier
Keterangan:
Complement (objek kalimat)  dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
Modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.
Tabel Verb Phrase: Traditional vs Generative Grammar
Contoh Kalimat Verb Phrase
Verb Phrase
Traditional Grammar
Generative Grammar
He sleeps without a pillow.
(Dia tidur tanpa bantal.)
sleeps
sleeps without a pillow
I will ask you a question.
(Saya akan menanyakan satu pertanyaan kepadamu.)
will ask
will ask you a question
Lebih banyak Contoh Verb Phrase
Contoh-contoh verb phrase berikut berdasarkan traditional grammar. Keterangan: Verb phrase = bold.
Contoh Kalimat Verb Phrase
Keterangan
I enjoy swimming.
(Saya menikmati berenang.)
enjoy = main verb
You should see a doctor during pregnancy.
(Kamu seharusnya mengunjungi dokter selama hamil.)
should = modal auxiliary verb;
see = main verb
It has just been raining in Bandung.
(Baru saja turun hujan di Bandung.)
has, been = auxiliary verb;
just = adverb (modifier);
raining = main verb berupa present participle
That is yours.
(Itu milikmu.)
is = main verb berupa linking verb
He has worked at the office since January.
(Dia telah bekerja di kantor itu sejak Januari.)
has = auxiliary verb;
worked = main verb berupa past participle

Pengertian Simple Future Tense
Simple future tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana. Tense ini juga dapat digunakan untuk membentuk conditional sentence tipe 1
Rumus Simple Future Tense
Simple future tense dibentuk dari modal “will” atau “shall” dan bare infinitive (bentuk dasar verb) atau dibentuk dari phrasal modal “be going to” danbare infinitive (base form verb).
Dengan demikian rumus simple future tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif sebagai berikut.
Jenis Kalimat
Rumus
Contoh Simple Future Tense
positif
(+)
S + will + bare infinitive
S + be (am/is/are) going to + bare infinitive
You will win
They are going to come
negatif
(-)
S + will + not + bare infinitive
S + be (am/is/are) + not + going to + bare infinitive
You won’t win
They aren’t going to come
interogatif
(?)
Will + S + bare infinitive
Be (am/is/are) + S + going to + bare infinitive?
Will you win
Are they going to come

Simple Future Tense dan Present Continuous Tense
Present continuous tense (selain verb “go”) dapat juga digunakan untuk menyatakan aksi di masa depan seperti simple future tense:
I’m presenting the weekly report at today’s meeting.
Selain itu, kombinasi will dan be + present participle juga dapat digunakan untuk menghindari nada tidak sabar (impatient) atau mendesak (insistent). Kalimat akan terdengar demikian jika hanya ada “will” (tanpa be+present participle) karena stress (penekanan) hanya terjadi pada kata tersebut.
·         When will you present it?
·         When will you be presenting it?
Contoh Kalimat Simple Future Tense
Beberapa contoh kalimat simple future tense dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.
Fungsi
Contoh kalimat Simple Future Tense
Simple future tense (will) untuk membuat keputusan secara spontan untuk melakukan sesuatu (tanpa rencana).
Wait a minute. I will change my clothes.
(Tunggu sebentar. Saya akan mengganti baju.)
You look nervous. I’ll give you a glass of water.
(Kamu tampak cemas. Saya akan memberimu segelas air.)
Simple future tense (will) untuk memerediksi masa depan (tanpa rencana).
The doom will not happen in 2014.
(Kiamat tidak akan terjadi pada tahun 2014.)
Which hotels do you think will offer the best service?
(Hotel yang mana yang kamu pikir akan menawarkan pelayanan terbaik?)
He’ll be angry.
(Dia akan marah.)
The sandstorm will come.
(Badai pasir akan datang.)
I think he will pass.
(Saya pikir dia akan lulus.)
Present continuous tensedigunakan untuk menyatakanarrangement (rencana yang sudah dipikirkan dan dibahas dengan orang lain).
I’m visiting South Korea tomorrow.
(Saya akan mengunjungi Korea Selatan besok.)
She’s going to the physiotherapist next monday.
(Dia akan ke fisioterapis senin depan.)
Simple future tense dengan “going+to” untuk menyatakanintention (rencana dimasa depan yang sudah dipikirkan sebelumnya).
I’m going to send this letter tomorrow.
(Saya akan mengirimkan surat ini besok.)
He is going to go to French to continue his study.
(Dia akan pergi ke Perancis untuk melanjutkan sekolahnya.)
Simple future tense digunakan untuk membentuk conditional sentence type 1.
I will come if they invite me.
(Saya akan datang jika mereka mengundang saya.)
 

Tanda Baca dan Gaya Bahasa dalam Surat Menyurat
1.1 Tanda Baca
Tanda baca merupakan bagian penting dalam berbagai tulisan , termasuk surat surat bisnis. Tanpa tanda baca , tulisan sebagus apapun tidak akan bisa di pahami karena tanda baca mempengaruhi kejelasan bahasa . memang benar bahwa tidak ada aturan yang pasti tentang tanda baca , tetapi menurut mavor  (1988) ada dua prinsip yang harus diingat dalam pemakaiannya di dalam berbagai penulisan.
a.       Tanda baca di gunakan dengan pertimbangan bahasa tulis , bukan untuk keperluan jeda atau untuk mengambil nafas.
b.      Semakin sedikit jeda , tulisan semakin baik –asalkan tidak ada kekaburan makna

Untuk memberikan tanda baca dengan baik , anda harus mengetahui tanda tanda baca yang biasa di pakai .
1.1.1 Titik (.)
a.       Tanda titik di pakai untuk mengakhiri kalimat. tanda ini memberitahukan kepada pembaca bahwa kalimat telah selesai dan pembaca harus berhenti
Contoh : I have one year’s business training at Business Collage Yogyakarta.

b.      Tanda titik juga di pakai sesudah sebagian besar singkatan
Contoh : P.M






English Buisness Corespondence . Sugeng Haryanto. Kanisus. 2006