Butterfly

Tampilkan postingan dengan label Japanese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japanese. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

Hoshi Ryokan Hotel, Hotel Tertua Di Dunia!


Hoshi Ryokan Hotel (Hotel Tradisional Jepang) merupakan hotel tertua di dunia sejak beberapa tahun lalu. Namun Bukan bukan bisnis tertua di Dunia tapi menjadi perusahaan tertua di dunia. Hoshi Ryokan didirikan pada tahun 717 dan telah dioperasikan oleh anggota keluarga yang sama selama lebih dari 46 generasi!



Satu malam di Hoshi Ryokan sekitar USD 350 per orang termasuk makan pagi dan makan malam. Mereka juga menawarkan kegiatan seperti upacara minum teh atau petunjuk wisata di sekitar kawasan. Hal terbaik yang mereka tawarkan adalah mandi air panas, di Jepang dikenal sebagai onsen.

Onsen di Jepang, biasanya perempuan dan laki-laki mandi terpisah, namun ada beberapa onsen tradisional di mana setiap orang, laki-laki dan perempuan, mandi bersama-sama “renang”
http://komunikan.com/hoshi-ryokan-hotel-hotel-tertua-di-dunia.html

3 Senjata Legendaris Negri Sakura


Komunikan – 3 Senjata Legendaris legenda orang Jepang

1. Tombogiri adalah Salah satu dari tiga tombak legendaris yang diciptakan oleh pembuat senjata terkenal, Masazane.
Dikatakan tombak ini di pegang dan digunakan oleh oleh Honda Tadakatsu. Tombak namanya berasal dari mitos bahwa ada capung mendarat pada mata pisau dan langsung terpotong dua. Jadi Tonbo (Jepang untuk “capung”) dan giri (Jepang untuk “memotong”). Jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris nama tombak ini menjadi “Dragonfly Cutter / Cutting Spear / Pemotong Capung”.

2.Kusanagi no Tsurugi adalah pedang legendaris Jepang yang penting bagi sejarah Jepang dan sama pentingnya seperti sejarah pedang Excalibur bagi orang-orang Inggris, dan merupakan salah satu dari tiga Regalia Kekaisaran Jepang. Ini pada awalnya disebut Ama-no-Murakumo-no-Tsurugi (“Sword of the Gathering Clouds of Heaven”) tapi namanya kemudian diubah menjadi lebih populer Kusanagi-no-Tsurugi (“Grass Cutting Sword”).

3. Ame no nuhoko atau disebut “heavenly jewelled spear” adalah nama yang diberikan kepada naginata yang dalam mitologi Jepang digunakan untuk meningkatkan massa tanah purba, On?goro-shima, dari lautan. Menurut Kojiki, para dewa Izanagi dan Izanami bertanggung jawab untuk menciptakan tanah pertama. Untuk membantu mereka melakukan hal ini, mereka diberi naginata dihiasi dengan permata, bernama Ame-no-nuboko. Kedua dewa tersebut kemudian pergi ke jembatan antara langit dan bumi, Ame-no-ukihashi ( “floating bridge of heaven”), dan membuat gejolak di bawah laut dengan naginata. Ketika tetes air asin jatuh dari ujung senjata tersebut, dan terbentuklah pulau pertama di dunia, mereka menamakannya: On?goro-shima. Izanagi dan Izanami kemudian turun dari jembatan dari surga dan membuat rumah mereka di pulau itu.


Huruf kanji yang digunakan di Ame-no-nuboko di ucapkan secara benar ame-(no)-numa-hoko, dengan Numa berarti “marsh, swamp, atau bog”. Ini akan diterjemahkan sebagai “heavenly swamp spear”.
http://komunikan.com/3-senjata-legendaris-negri-sakura.html

Kamis, 09 Agustus 2012

Ini Dia Sebabnya Perempuan Jepang Rawan Diperkosa


Pemerkosaan terhadap perempuan tak hanya banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia namun bahkan terjadi di negara yang terbilang amat maju di Jepang. Ternyata wanita Jepang rawan terhadap pelecehan seksual yang akhirnya berdampak pada pemerkosaan. Seringkali kasus-kasus pemerkosaan terjadi dan menimpa pelajar sekolah di Jepang dan ini tentunya mengundang pertanyaan. Apakah yang menyebabkan mereka rawan mengalami hal tersebut?



Salah satu hal yang menjadi pencetusnya adalah gaya berpakaian siswi-siswi sekolah di Jepang yang memang memakai bawahan rok super mini. Bahkan di Kyoto sendiri pelajar sekolah memakai rok amat pendek yaitu rata-rata hampir 17 cm diatas lutut, bisa dibayangkan betapa pendeknya rok tersebut. Sehingga jika duduk atau berdiri maka dengan gerakan sedikit saja rok tersebut akan tersingkap dan memperlihatkan pakaian dalam perempuan tersebut.

Ternyata memang sudah menjadi kebiasaan di Jepang bahwa siswi-siswi di sekolahnya memakai rok yang super mini. Mereka dengan beraninya memamerkan bagian bawah tubuh mereka, apalagi rata-rata perempuan jepang berkulit putih dan mulus. Dengan gaya berpakaian seperti itu maka pelecehan seksual merajalela. Ternyata di sekolah jepang khusus perempuan sendiri diwajibkan memakai rok mini diatas lutut entah apa alasannya.

Untuk kamu para ladies, sebaiknya berhati-hati dalam berpakaian karena pakaian minim dan seronok akan mengundang bahaya pemerkosaan jika memakai angkutan umum.
http://komunikan.com/ini-dia-sebabnya-perempuan-jepang-rawan-diperkosa.html

Canggih Mahasiswa di Jepang Ciptakan Alat Ciuman Bibir Jarak jauh.



Pacaran jarak jauh memang terkadang sangat membuat beban bagi yang menjalaninya. Walaupun mereka bisa berkomunikasi melalui internet atau telpon namun tentunya kehadiran fisik sang kekasih tak bisa dirasakan oleh pasangan dan ini yang sering membuat long distance relationship tak berhasil, Padahal kedekatan secara fisik misalnya seperti memegang tangan sangatlah penting untuk memberikan kenyamanan antar pasangan. Nah hebatnya lagi saat ini untuk pasangan yang sedang menjalani long distance relationship bisa mengakomodir perasaan rindu dengan sebuah alat.



Para peneliti asal Jepang saat ini tengah mengembangkan sebuah alat yang memungkinkan pasangan merasakan sensasi berciuman lebih nyata dibandingkan hanya chatting saja. Kajimoto Laboratory di Universitas Electro-Communication, Jepang memang saat ini melakukan penelitian pada alat yang dapat mengirimkan sensasi berciuman. “Caranya sangat mudah dengan meletakkan alat tersebut di mulut dan memutar dengan lidah maka alat lain akan bergerak ke arah yang sama” demikian yang dikatakan oleh penemunya.

Bagaimana cara bekerjanya? perangkat ini terdiri dua buah alat di mana masing-masing dapat menerima perintah dari masing-masing pengguna. Nah jika salah satu pasangan memutar dengan lidah maka perangkat yang ada di pasangan satunya akan memutar kearah yang sama dan sebaliknya. Karena itulah alat ini membuat pasangan merasakan sensasi berciuman dengan nyata dan kedekatan pasangan terakomodir. Perangkat ini bekerja dengan rotasi motor dan satu kontrol posisi yang diatur melalui komputer personal. Melalui kontrol bilateral, informasi sudut akan dikirim secara timbal balik oleh kedua perangkat untuk mempertahankan posisi yang sama.

Canggihnya lagi alat ini juga dapat merekam posisi dan informasi mengenai berciuman sehingga hal tersebut bisa diulang jika memang dibutuhkan. “Saat ini memang perangkat masih diatur oleh satu PC Tetapi, jika sistem dapat diatur masing-masing, maka akan mudah untuk dioperasikan pada jarak jauh,” ujarnya. Namun tentunya alat ini masih harus dikembangkan karena dalam berciuman tak hanya mengandalkan gerakan lidah namun juga terasa nafas dan saliva. Jika semua itu bisa dicptakan tentunya akan sangat canggih, bagaimana menurut anda? Akan tetapi tetap saja yang asli lebih terasa menyenangkan.
http://komunikan.com/canggih-mahasiswa-di-jepang-ciptakan-alat-ciuman-bibir-jarak-jauh.html#comment-735

Ngerinya Hantu Yurei di Jepang



Kisah-kisah hantu yang menyeramkan kerap kali membuat bulu kuduk menjadi merinding. Banyak tragedi yang menceritakan tentang arwah yang bergentayangan. Hal ini terjadi biasanya karena arwah tersebut memiliki kisah hidup. Arwah tersebut sering muncul berupa penampakan yang tidak telihat secara kasat mata.



Di Jepang ada sebuah kisah roh halus yang sangat menyeramkan. Yurei merupakan hantu-hantu yang dikenal di Jepang. Yu yang memiliki arti halus atau samar-samar sedangkan rei yang berarti roh atau arwah. Menurut kepercayaan orang Jepang semua manusia mempunyai roh atau arwah bukan dengan sebutan hantu atau jin melainkan disebut sebagai reikon.

Seseorang yang telah meninggal dunia maka reikon akan pergi meninggalkan tubuhnya ke tempat penyucian arwah. Disana dia akan menunggu tubuhnya dikubur dan mendapatkan pemakaman yang layak. Hal ini dipercaya bahwa ketika arwah orang meninggal tersebut akan kembali ke keluarganya setiap tahun yang kemudian dinamakan sebagai festival Obon.

Bila pemakaman tersebut berjalan dengan lancar maka reikon akan melindungi keluarganya yang masih hidup. Namun bila roh-roh tersebut tidak mendapatkan pemakaman yang layak atau mereka meninggal karena dibunuh atau bunuh diri, maka reikon akan berubah menjadi yurei dan gentayangan di dunia. Hal ini berlangsung hingga arwah manusia tersebut merasa puas sampai rasa penasaran, amarah, dan dendam mereka hilang.

Yurei digambarkan seperti hantu yang melayang di udara sebab hantu ini tidak mempunyai kaki – alias melayang di udara dan rambutnya panjang dan berwarna hitam. Hantu ini juga berwujud manusia yang memakai jubah kimono putih. Pada umumnya mereka juga dikelilingi oleh Hitodama yakni arwah yang berwujud api sehingga Yurei tidak dapat gentayangan secara leluasa. Mereka selalu gentayangan tidak jauh dari tempat mereka meninggal.

Yurei terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara mereka meninggal. Orang Jepang juga percaya bahwa Yurei mulai gentayangan pada saat gerbang dunia roh dan dunia manusia hampir menyatu yaitu pada jam 2-3 pagi. Hal ini membuat sebagian besar masyarakat Jepang takut akan hal yang berbau mistik. Yurei dpercaya akan mengganggu kehidupan manusia selama arwahnbya gentayangan.
http://komunikan.com/ngerinya-hantu-yurei-di-jepang.html

Tengu, Legenda Iblis Terbang Dari Jepang



Di Jepang, ada legenda mengenai seekor makhluk angkasa yang misterius, yaitu makhluk yang dianggap sebagai Iblis dan digambarkan memiliki tubuh separuh burung dan separuh manusia. Makhluk ini disebut dengan nama Tengu. Luar biasanya, satu mumi Tengu tersimpan dengan rapi di Perfektur Aomori.



Museum Hachinohe di Aomori, Jepang utara, adalah rumah bagi Mumi Tengu yang konon pada awalnya dimiliki oleh Nambu Nobuyori, pemimpin klan Nambu yang memerintah Hachinohe di pertengahan abad ke-18.

Mumi itu memiliki kepala manusia, namun memiliki kaki dan sayap berbulu seperti burung. Tengu yang telah menjadi mumi ini dipercaya berasal dari kota Nobeoka (perfektur Miyazaki) di Jepang Selatan. Beberapa teori menyebut bahwa mumi ini sampai ke Jepang utara setelah diwariskan ke beberapa anggota keluarga Samurai yang memerintah Jepang, hingga akhirnya sampai ke Museum Hachinohe di Aomori.

Mitologi Tengu bermula dari sekitar abad ke-6 Masehi sejalan dengan tibanya agama Budha ke Jepangdari Cina. Tengu dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka disebut memiliki kekuatan supranatural seperti dapat berubah bentuk menjadi manusia atau hewan, dapat berbicara kepada manusia tanpa membuka mulut dan mampu pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat menggunakan sayapnya.

Kata Tengu sebenarnya berarti “Anjing langit”. Dalam mitologi Cina, makhluk ini juga memiliki tempat tersendiri dengan nama Tien Kou (Tiangou) yang artinya juga anjing langit. Nama ini sebenarnya tidak sesuai dengan deskripsi Tengu. Makhluk ini tidak memiliki rupa anjing, melainkan lebih mirip seekor burung.

Buku Nihon Shoki, catatan kuno yang dianggap paling pertama menyebut Tengu, yang ditulis pada tahun 720 Masehi, menyebutkan bahwa pada abad itu sebuah meteor melintasi langit Jepang dan meteor itu disebut oleh seorang rahib Budha sebagai Anjing Langit (Tengu). Namun bagaimana Tengu berevolusi dari sebuah meteor menjadi makhluk terbang tidak diketahui dengan pasti.

Secara umum, Tengu memiliki dua bentuk fisik. Yang pertama disebut Karasu tengu yang memiliki kepala dan paruh seperti burung. Yang kedua adalah Konoha Tengu yang memiliki bentuk seperti manusia namun memiliki sayap dan hidung yang panjang (kadang disebut Yamabushi Tengu)

Menurut Legenda, sewaktu masih bocah, perajurit legendaris Jepang bernama Minamoto no Yoshitsune yang hidup pada tahun 1159-1189 pernah berlatih ilmu pedang dengan raja Tengu Soujoubou dekat Kuramadera di gunung utara Kyoto.

Tidak ada keterangan dan informasi lebih lanjut mengenai mumi yang dipajang di museum Hachinohe . Apakah tengu ini sungguh mumi setan, makhluk Cryptozoology atau sebuah karya seni palsu dari abad lampau. Beberapa peneliti percaya bahwa mumi itu adalah sebuah karya seni buatan manusia, tapi belum ada bukti pasti yang disediakan untuk mendukung teori tersebut.
http://komunikan.com/tengu-legenda-iblis-terbang-dari-jepang.html

Jumat, 20 Juli 2012

Hikikomori, Korban Penindasan di Jepang



Fenomena sosial di kalangan remaja Jepang


Quote:




Jepang Merupakan negara maju terbesar di Asia. Tidak hanya maju secara ekonomi, tapi juga memiliki kemajuan di bidang teknologi, pendidikan, serta Informasi.

Namun disamping itu Jepang mengalami kemunduran di bidang sosial sebagai imbalan akan kemajuannya. Berbagai penyakit Psikologis menghantui masyaratat Jepang karena tingkat stress yang semakin tinggi. Bagi warga yang tidak bisa bertahan, mereka akan mengambil jalan pintas dengan mengahkiri hidupnya sendiri dengan anggapan semakin cepat mereka lepas dari tekanan. Selain itu Kemajuan juga mengubah cara bergaul di masyarakat. Penindasan oleh yang kuat terhadap yang lemah, serta pergaulan yang tanpa batas. Bagi korban penindasan, mereka akan menjadi orang yang pendiam tapi tetap terjun di masyarakat atau malah mengahkiri hidupnya. Selain itu juga terdapat orang yang ahkirnya menarik diri dari Pergaulan, orang2 tersebut dijuluki Hikikomori.


Quote:




Hikikomori berasal dari kata menarik diri. Kebanyakan hikikomori adalah laki-laki, walau ada juga yang perempuan. Faktor penyebab nya tidak begitu jelas, Namun kebanyakan publik menyalahkan faktor keluarga, dimana hilangnya figur seorang ayah karena bekerja dari pagi hingga larut malam hingga tidak sempat melakukan interaksi dengan anaknya, serta ibu yang dianggap terlalu memanjakan anaknya (mungkin karena jumlah anak yang dimiliki keluarga Jepang itu sedikit). tekanan akademik di sekolah, pelecehan di sekolah (school bullying), dan video game di Jepang yang luar biasa menggoda. Mungkin bisa di bilang mereka menarik diri dari tekanan kompetisi pelajar, pelaku ekonomi atau pekerja di negara yang luar biasa kompetisi-nya. Jumlah pastinya tidak diketahui pasti, ada yang menghitung sekitar 1 persen dari populasi. Ini berarti sekitar 1 juta orang Jepang hikikomori. Hitungan yang lebih konservatif berkisar antara 100 ribu dan 320 ribu orang yang hikikomori.
Mereka biasanya berusia 13-14 tahun, walau kadang ada orang yang menjadi hikikomori bahkan lebih dari 10tahun.


Quote:


Mungkin orang akan menganggap hikikomori itu sama dengan otaku. Namun sebenarnya berbeda. otaku adalah orang yang memiliki minat atau hobi yang berlebihan sehingga mereka mengabaikan kegiatan yang lain, tapi mereka masih berinteraksi dengan keluarga atau tenyan di dunia nyata. Seperti penggemar komik yang berlebihan, atau orang yang suka dengan model kit secara berlebihan. Namun semua hikikomori itu otaku, karena pelarian dari beban mereka adalah dengan memfokuskan diri pada hal yang mereka sukai agar mereka tidak teringat akan sakitnya pergaulan sosial itu.

YAng mereka lakukan? tentu saja hanya diam dikamar dan bergulat dengan dunia maya, menonton anime, baca manga, bahkan terkadang aktivitas makan dan buang air kecil dilakukan dikamar. Walau tidak punya kamar mandi mereka akan menampunya di plastik atau botol.

Lantas bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhannya. biasanya hikikomori akan keluar sebulan sekali untuk membeli perlengkapan "mengurung diri"nya, mereka tetap mendapat uang dari orangtua, bahkan terkadang mereka memaksa orangtua untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal yang terekstri adalah ada juga hikikomori yang menculik gadis kecil untuk "disimpan" sebagai "teman" di kamarnya. mereka mungkin akan melepaskan gadis tersebut klo mereka ingin, atau gadis itu harus mencari jalan keluarnya sendiri, atau dia tidak akan pernah bisa keluar lagi.

Tekanan disekolah sedikit banyak juga berpengaruh, misalnya karena pribadi itu terlalu gemuk, atau kurus, memiliki bentuk fisik yang berbeda dari yang lainnya seperti tinggi badan, atau karena dia memiliki kelebihan lain. Ada tulisan yang nyatakan bahwa ada hikikomori yang sebenarnya anak berbakat dalam bidang olahraga namun tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkannya disekolah. Seperti pepatah jepang, paku yang menonjol akan dipalu untuk menjadi seragam. Di jepang, keseragaman adalah utama, penampilan dan respek (postur tubuh atau muka) adalah penting, maka pemberontakan akan kompetisi dilakukan dengan menarik diri – hikikomori.

Semakin tua seseorang hikikomori, semakin kecil kemungkinan dia bisa berkompeten di dunia luarnya. Bila setahun lebih hikikomori, ada kemungkinan dia tidak bisa kembali normal lagi untuk bekerja atau membangun relasi sosial dalam waktu lama, menikah misalnya. Beberapa tidak akan pernah meninggalkan rumah orang tuanya. Pada banyak kasus, saat orang tuanya meninggal atau pensiun akan menimbulkan masalah karena mereka tanpa kemampuan kerja dan sosial minimal – bahkan untuk membicarakan masalahnya dengan orang lain atau kantor pemerintah.

Hikikomori memang salah satu masalah bagi Jepang, setelah lebih dari satu dekade sebelumya menikmati kemajuan ekonomi yang luar biasa. Beberapa dekade terakhir ini, negara jepang masih bergulat mengembalikan kejayaan ekonominya walau masih jauh dari puncak sebelumnya. Akibatnya banyak lowongan kerja penuh waktu atau salariman (yang menerima gaji tetap tiap bulan dan akan menikmati uang pensiun) menjadi hal yang sulit di dapat. Walau pekerjaan paruh waktu tetap banyak, tetapi kemapanan bekerja di satu perusahaan dengan gaji tetap tiap bulan dan menikmati keamanan uang pensiun merupakan angan-angan sebagian besar pekerja di Jepang. Satu sebab lainnya adalah kultur gender, dimana anak laki-laki mendapat tekanan untuk sukses di bidang akademik dan pekerjaan dibanding anak perempuan. Seperti biasa, sekolah dari pagi hingga sore kemudian dilanjutkan dengan sekolah private untuk persiapan masuk universitas hampir selama tujuh hari seminggu . Karena hanya dengan masuk universitas bergengsi (Universitas Tokyo, misalnya), mereka bisa di rekrut masuk dalam kelas pekerja tetap dan menikmati pensiun. Sisanya bekerja di pekerjaan paruh waktu atau tanpa pekerjaan sama sekali, yang tidak memberikan keamanan finansial yang tetap.

Dimana pada satu titik, beberapa merasa masa bodoh dengan tekanan ini, keluar dari jalur kompetisi dan menutup dirinya – hikikomori. Alhasil ada sekelompok pemuda yang tidak bisa dan tidak akan ikut dalam kelas pekerja Jepang – yang terkenal pekerja keras itu.

Walau para hikikomori tidak memiliki teman di dunia nyata tapi mereka memiliki jaringan para hikikomori didunia maya. Kegiatannya? tentu saja berbagi informasi tentang game yang baru release, atau ada anime baru, atau tentang artis cantik yang menjadi idola remaja. dan mereka berinteraksi tanpa pernah bertemu satu sama lain.

Mungkin Fenomena ini belum banyak ada di Indonesia, namun kita perlu mewaspadainya mulai dari sekarang. Menjaga interaksi yangbaik dengan keluarga juga merupakan usaha pencegahan, keterbukaan satu sama lain, support, serta mau mendengarkan merupakanbantuan yang tepat bagi orang terutama dalam keluarga kita supaya mereka tidak semakin tertekan hingga ahkirnya terjerumus ke hal2 negatif
http://forum.viva.co.id/sosial-dan-budaya/443951-hikikomori-korban-penindasan-di-jepang.html

Jepang: Hidup Mahal, Mati pun Mahal




Sudah bukan rahasia kalau biaya hidup di Jepang mahal banget, sampai-sampai Jepang dinobatkan menjadi negara termahal didunia. Tapi masih banyak saja yang datang ke Jepang. Buat KoKiers Jepang, saya mau tanya, sampai kapan mau tinggal di Jepang? Sebelum memutuskan tinggal terus di Jepang atau kembali ke Indonesia, harus dipikirkan matang-matang. Kenapa?

Kali ini saya mau membahas tentang nasibnya orang mati di Jepang. Walaupun banyak orang Jepang yang mati bunuh diri, tapi jangan anggap mati itu murah di Jepang, mahall banget. Umumnya orang Jepang dimakamkan secara Budha, yaitu dengan dibakar, dan abunya akan dimasukkan ke dalam sebuah pot yang terbuat dari keramik. Tempat abu ini kemudian diletakkan di nisan kuburan bersama tempat abu anggota keluarganya yang telah meninggal sebelumnya. Selain terkait masalah keagamaan, cara ini juga dilakukan karena terbatasnya tanah yang dapat dijadikan lahan pemakaman di Jepang. Orang hidup saja berdesak-desakkan, apalagi orang yang sudah meninggal.

Harga sebuah tempat pemakaman di Jepang berkisar antara 2 juta yen sampai 7juta yen, lebih mahal dari harga rumah ya, terus setiap tahunnya harus membayar biaya administrasi sampai 50 ribu yen. Ck ck ck…. Harga ini belum termasuk batu nisan yang harganya sampai jutaan yen pula. Tetapi setiap keluarga hanya butuh satu nisan yang dapat dipakai turun temurun. Tapi bagi orang kaya, ada juga yang memilih untuk memiliki nisan sendiri-sendiri.

Selain itu, upacara kematian juga tak kalah mahalnya. Keluarga orang yang meninggal akan memanggil pendeta atau biksu untuk mengurus jenazah, mulai dari kremasi, mendoakan arwah, sampai memasukkan abu ke dalam nisan. Harga yang harus dibayar mencapai 2 juta yen. Walaupun ada sumbangan dari orang yang datang melayat, tapi tetap tidak akan cukup untuk membayar semua keperluan pemakaman, apalagi pemerintah hanya memberi uang duka 50 ribu yen, saking mahalnya, orang Jepang yang bukan Kristen pun mulai beralih menggunakan rumah duka yang harganya lebih murah.

Mungkin ada KoKiers yang bertanya, buat anak-anak apakah tarifnya dibedakan? Beda, tapi tidak terlalu jauh beda harganya. Kalau anak-anak yang meninggal dibawah umur 16 tahun, dimakamnya suka diletakkan boneka-boneka gitu, terus didepan makamnya biasanya diletakkan sesaji berupa mainan dan makanan.

Jepang terkenal dengan teknologinya yang hebat banget, yang bisa menikmati teknologi tidak cuma orang yang masih hidup, yang sudah meninggal pun bisa. Mungkin bingung kan, bagaimana caranya? Ada system QR codes, yaitu berupa bar code yang diletakkan pada batu nisan, yang jika di scan maka akan menampilkan data-data tentang orang yang dimakamkan disitu, bisa juga menyimpan video dan foto-foto.

Ada pula penerapan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) ke rumah pemakaman. Setelah jenazah dibakar, abunya dimasukkan ke dalam pot maka pot tersebut akan disimpan di dalam gudang. Ketika akan melakukan sembahyang untuk orang yang sudah meninggal tersebut, cukup menggunakan kartu RFID maka melalui sistim yang ada, pot tersebut akan dikeluarkan dari dalam gudang ke altar tempat persemayaman. Dan jika sudah selesai, pot tersebut akan dibawa kembali ke dalam gudang.

Bagaimana nasib homeless dan orang yang tidak memiliki keluarga? Siapa yang akan membiayai pemakamannya? Biasanya homeless dan orang jalanan yang meninggal dunia, kremasinya akan dibiayai oleh negara, selanjutnya abunya akan disimpan di kuil berhubung tidak diketahui dimana nisan pemakaman keluarganya. Kasihan ya, ketika meninggal arwahnya tidak bergabung dengan keluarganya.

Nah, KoKiers Jepang. Apa sudah dipikirkan matang-matang bakalan menghabiskan sisa umur di Jepang? Terbayang kan banyaknya uang yang akan dihabiskan jika harus menyelenggarakan upacara kematian?
http://forum.viva.co.id/sosial-dan-budaya/438505-jepang-hidup-mahal-mati-pun-mahal.html

Shodo, Sebuah Keindahan Seni Kaligrafi Jepang


Seni tulisan indah dengan menggunakan kuas dan tinta hitam atau yang kita kenal dengan istilah kaligrafi sudah ada sejak dahulu kala. Diperkirakan kaligrafi pertama kali dikembangkan di China pada Abad ke 7 dan disebarkan pertama kali ke Jepang melalui penyebaran agama Budha pada saat itu.

Di Jepang seni kaligrafi di sebut Shodo, yang berasal dari huruf kanji kaku (menulis) dan michi (cara). Meskipun shodo termasuk kebudayaan yang cukup kuno, namun orang Jepang masih mempertahankan kebudayaan itu. Hal ini terbukti hingga saat ini masih banyak orang yang tertarik untuk mempelajarinya, bahkan di sekolah-sekolahnya para murid diajarkan shodo.

Shodo sangat memperhatikan keseimbangan bentuk tulisan, tarikan garis, tebal tipisnya garis hingga irama tulisan. Keindahan kaligrafi ini tentunya tidak lepas dari peralatan yang digunakan.

Dalam membuat shodo ada 6 jenis peralatan utama yang biasa digunakan. Yang pertama adalah shitajiki, berupa tatakan / alas untuk menulis. Alas ini biasanya berbahan semacam kain flannel yang permukaannya lembut dan berwarna hitam.

Kedua adalah bunchin atau pemberat kertas berbentuk balok yang terbuat dari besi. Peralatan yang lainnya yaitu kertas untuk menulis. Kertas yang digunakan bukan sembarang kertas, melainkan kertas yang tipis dan ringan, namun tahan lama dan mampu menyerap tinta dengan baik.

Kertas khusus ini dikenal dengan hanshi, berupa kertas dengan dua permukaan yang berbeda, dimana sebelah permukaannya kasar, sedangkan permukaan yang sebaliknya halus. Bagian yang halus inilah yang dipakai untuk menulis kaligrafi.

Ukuran hanshi pada umumnya berkisar antara 24 x 32,5 hingga 25 x 35 cm. selanjutnya fude, sejenis kuas untuk menggambar kaligrafi. Fude memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari yang kecil hingga yang besar.



Fude ukuran besar biasanya digunakan uintuk mmbuat tulisan, sedangkan yang kecil digunakan untuk membubuhkan tanda tangan si pembuat kialigrafi. Batang fude terbuat dari bambu atau kayu pohon, sedangkan bulunya terbuat dari bulu hewan, seperti domba, musang, rakun, rusa, bahkan ekor kuda.

Bulu itu kemudian diikat dan ditempelkan pada fude. Rapih tidaknya ikatan bulu fude sangat mempengaruhi tekstur tulisan. Tidak hanya fude saja, tetapi tinta yang dipakai juga mempengaruhi hasil tulisan.

Tinta yang dipakai biasanya berupa tinta botolan. Namun, agar hasil tulisan maksimal, biasanya digunakan sumi, berupa tinta yang dipadatkan. Cara mencairkan sumi yaitu dengan menambahkan air lalu menggosok-gisokkan sumi dalam wadah besi yang disebut suzuri.

Sebelum membuat sodho, keenam perlengkapan itu ditata sesuai aturan. Hanshi diletakkan di atas shitajiki, kemudian dibagian atasnya diberi pemberat bunchin agar tidak bergeser ataupun tertiup angin. Sedangkan suzuri yang sudah berisi tinta sumi diletakkan di sebelah kanan bersama dengan fude.

Kadang-kadang fude juga diletakkan di atas fudeoki yang mirip kotak kecil untuk menyimpan sumpit. Sedangkan cara memakai fude yaitu dengan menggenggam bagian tengah fude.

Pada saat mencoretkan fude pada hanshi, fude diarahkan tegak lurus, pergelangan tangan dan siku tidak boleh menyentuh meja. Kerumitan yang muncul dalam proses pembuatan pada akhirnya akan menghadirkan sebuah karya seni yang tidak ternilai oleh apapun.

http://forum.viva.co.id/sosial-dan-budaya/434548-shodo-sebuah-keindahan-seni-kaligrafi-jepang.html

Jumat, 22 Juni 2012

Kimono Jepang

Yang ngaku suka dengan Jepang pasti tau yang namanya kimono.

Kimono adalah pakaian tradisional negara Jepang untuk pria dan wanita yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Baru pada jaman Edo, kimono mengalami perubahan yang sampai sekarang masih dipertahankan, yaitu lengan kimono yang sedikit lebih panjang bagi wanita yang belum menikah dan obi (sabuk lebar untuk mengencangkan kimono) yang semakin besar.



Kimono berasal dari kata Ki yang berarti mengenakan, dan Mono yang berarti pakaian. Jadi arti kimono adalah mengenakan pakaian. Gampang juga ya?

Tapi kalo soal harga dan cara bikinnya, kimono gak ada gampangnya. Kimono yang berbahan dasar sutra bisa dihargai Rp 50 juta keatas, bahkan ada yang sampai Rp 300 juta untuk satu set lengkap bersama obi, geta (sendal khusus kimono) dan aksesoris lainnya. Cara memakainya pun tidak sembarangan dan ada namanya sendiri, yaitu Kitsuke.

Makanya jangan heran kalo orang-orang Jepang sendiri gak sanggup beli kimono sutra. Biasanya para orangtua-lah yang mewariskan kimono sutranya. Hanya para pejabat, artis, pesumo tingkat satu dan keluarga kerajaan yang sanggup gonta-ganti kimono sutra.

Lalu bagaimana bisa banyak orang Jepang pake kimono?

Untuk pesta pernikahan, mereka memang sewa kimono sutra perhari, tapi untuk pesta-pesta nonformal seperti festival kembang api dan pesta tahun baru, mereka membeli dan memakai yukata.

Singkatnya, yukata adalah kimono yang bersifat kasual, lebih santai dan lebih sederhana. Yukata mengandung arti pakaian mandi, karena pada awalnya yukata hanya dipakai pada waktu sebelum dan sesudah mandi.

Tapi sekarang pemakaian yukata tidak terbatas. Kapan saja boleh dipakai. Di musim panas akan lebih banyak lagi orang yang memakai yukata karena mereka merasa sejuk.

Banyak orang tidak tahu kalau kimono itu banyak jenisnya, sesuai dengan tingkat formalitas dan status pemakainya.

Uchikake (打掛) adalah kimono formal yang berwarna berwarna putih atau merah terang yang dipakai oleh sang pengantin di hari pernikahannya.

Kurotomesode (黒留袖) adalah kimono formal berwarna hitam yang dipakai oleh para orangtua di hari pernikahan anaknya.

Furisode (振袖) adalah kimono yang dipakai oleh wanita yang belum menikah di acara-acara formal dan Seijin shiki (成人式), upacara tradisional untuk merayakan sang remaja perempuan yang beranjak dewasa.

Irotomesode (色留袖) adalah kimono semiformal yang dipakai oleh wanita yang telah menikah untuk menghadiri upacara pernikahan keluarganya.

Homongi (訪問着), Tsukesage (付け下げ) dan Edo Komon (江戸小紋) adalah kimono-kimono semiformal yang boleh dipakai oleh wanita yang telah menikah maupun yang belum menikah untuk menghadiri acara-acara formal dan semiformal.

Maiko Hikizuri (舞妓の引きずり) atau Susohiki (すそ引き) adalah kimono-kimono yang dipakai khusus oleh para geisha dan maiko.

Iromuji (色無地) adalah kimono yang dipakai untuk upacara minum teh.

Dan yang terakhir adalah Yukata (浴衣).

Umumnya yukata berbahan dasar katun dan dibikin dengan mesin pabrik, lain dengan kimono sutra yang dijahit sepenuhnya oleh tangan-tangan ahli. Karena itu harga yukata pun jauh berbeda dengan kimono sutra dan terjangkau oleh semua orang.

Gunung Fuji / 富士山

Adalah gunung tertinggi di Jepang dengan menjulang 3,776 meter dari permukaan laut.

Saking tingginya, puncak gunung Fuji yang diselimuti salju itu bisa dilihat dari Yokohama, Tokyo, bahkan sampe sejauh Chiba dan Saitama kalau cuacanya lagi cerah.

Menurut sejarah Jepang, gunung Fuji pertama kali didaki oleh biksu yang tak dikenal pada tahun 663, jauh sebelum kamu lahir. Sedangkan orang asing pertama yang mendakinya adalah Sir Rutherford Alcock dari Inggris pada September 1860.

Sebelum era Meiji, wanita dilarang untuk mendaki gunung Fuji karena puncaknya dianggap sangat sakral yang selalu digunakan sebagai tempat berdoa dan meditasi umat Shinto and Buddha.




Salah satu dari 3 gunung sakral (setelah gunung Tate dan gunung Haku) yang sangat dihormati oleh penduduk Jepang ini juga menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara dengan kedatangan 300,000 pendaki di tahun 2008.

Gunung Fuji dikelilingi oleh 5 danau (Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu, Shoji) dan hutan Aokigahara yang membalut kaki gunung Fuji. Semuanya kemudian menjadi bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu yang dilindungi oleh pemerintah Jepang.

Dari dulu tidak ada biaya apapun yang harus dibayar para pengunjung untuk mendaki gunung Fuji, tapi Shigeru Horiuchi, walikota Fuji-Yoshida di prefektur Yamanashi, berencana untuk menerapkan tarif antara 500 s/d 1,000 yen untuk memperbaiki, menambah dan menjaga kebersihan sarana-sarana yang ada.

Sampe sekarang gunung Fuji masih dianggap aktif, alias bisa meletus kapan aja (terakhir meletus pada tahun 1707). Ada satu kalimat terkenal di Jepang...

"Siapapun yang tidak mau mendaki gunung Fuji sekali adalah orang bodoh - tapi hanya orang bodoh yang mendakinya dua kali."

Nah lho!

Gunung Fuji = Fuji-san / 富士山

Anjing-Anjing Terkenal Dalam Sejarah Jepang

Mulai dari berburu di tengah hutan sampai memandu tuannya yang tuna netra berjalan-jalan di tempat umum, anjing telah menjadi sahabat terbaik manusia sejak zaman dahulu kala.

Berikut adalah anjing-anjing terkenal dalam sejarah Jepang, yang tubuhnya berhasil diawetkan dan dipajang di Museum Nasional dan Ilmu Pengetahuan Alam (国立科学博物館 / Kokuritsu Kagaku Hakubutsukan) di Tokyo...


1. Hachiko



Ini mungkin adalah anjing yang paling terkenal di seluruh Jepang. Terkenal karena kesetiaannya menunggu kedatangan sang majikan, Hidesaburo Ueno, di stasiun Shibuya selama 10 tahun lamanya, padahal majikannya telah meninggal dunia.

Kisah Hachiko telah diabadikan dalam buku anak-anak Jepang dan diadaptasi menjadi dua film. Ia dianggap sebagai pahlawan nasional dan patung perunggu-nya berdiri kokoh di stasiun Shibuya.

Ia dikabarkan mati pada tanggal 8 April 1935 setelah menelan tusuk sate ayam (yakitori) sehingga merobek perutnya. Tapi pada tahun 2011, tim dokter dari universitas Tokyo berkata lain. Mereka menyatakan bahwa Hachiko mati karena kanker.

2. Jiro



Jiro adalah jenis anjing "Sakhalin Husky" atau "Karafuto-Ken" (樺太犬), anjing yang khusus dikembangbiakkan untuk menarik kereta luncur di es. Jiro menjadi terkenal karena dia bisa bertahan hidup setahun penuh di Antartika setelah ditinggalkan oleh tim ekspedisi ilmiah di Kutub Selatan.

Pada bulan Februari 1958, sebuah tim survei Jepang yang ditempatkan di Antartika meninggalkan pangkalan mereka. Berpikir tim survei yang baru akan segera datang, mereka meninggalkan 15 anjing Sakhalin Husky dengan cara dirantai. Namun karena ada perubahan rencana, tidak ada orang yang kembali selama hampir setahun. Ketika tim survei berikutnya kembali ke pangkalan pada Januari 1959, mereka menemukan dua dari 15 anjing tersebut, Taro dan Jiro, secara ajaib masih hidup.



3. Kai Ken



Anjing jenis Ken Kai alias "Tora Inu" atau "Anjing Macan" dianggap orang Jepang sebagai anjing yang paling kuno jenisnya dan paling murni yang pernah dikembangbiakkan di Jepang. Dikembangkan pertama kali di dunia berabad-abad yang lalu di distrik terpencil Kai (prefektur Yamanashi), anjing jenis ini digunakan untuk berburu babi dan rusa di hutan belantara. Kai Ken ditetapkan sebagai harta nasional Jepang pada tahun 1934.



4. Serigala Honshu




Serigala Honshu (Canis lupus hodophilax atau Nihon Ookami) adalah salah satu dari dua spesies serigala yang telah punah di Jepang - yang satunya lagi adalah serigala Hokkaido.

Spesies ini, yang pernah menjadi rajanya anjing di pulau Honshu, Shikoku dan Kyushu, diperkirakan telah punah karena penyakit rabies dan pemberantasan yang dilakukan orang Jepang sendiri. Serigala Honshu yang terakhir diyakini telah mati pada tahun 1905 di prefektur Nara, meskipun tanggal pastinya masih diperdebatkan.

Hachiko Mati Karena Kanker?

Sebuah tim peneliti di Universitas Tokyo telah menyatakan bahwa Hachiko mungkin telah meninggal karena kanker pada tahun 1935.



Menurut cerita yang sudah turun-temurun selama puluhan tahun, Hachiko dipercaya mati karena perut/lambung dia robek setelah menelan tusuk sate ayam (yakitori) yang diberikan orang di Shibuya. Berkat peranan para awak media pula, versi kematian Hachiko ini masih dipercaya sampai sekarang.

Tapi yang sebenarnya terjadi, pemeriksaan medis yang dilakukan dokter pada waktu itu memutuskan bahwa cacing filaria di perutnya adalah penyebab kematian anjing legendaris tersebut.

Karena Hachiko itu begitu terkenal dan dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat Jepang, tubuhnya diawetkan dan dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Alam di Tokyo. Dan bukan cuma itu saja, tapi sebagian besar organ-organ internalnya juga ikut diawetkan dalam stoples.

Memang, di dalam perut Hachiko ditemukan 4 tusuk kayu yakitori yang masih utuh, tapi perut dan lambung Hachiko tidak terluka sedikitpun karena 4 tusuk kayu tersebut. Hebat kan?

Mau tau seperti apa yakitori? Ini dia...



Terlihat lezat bukan?

Rupanya, ada seorang professor di Universitas Tokyo yang masih penasaran dengan hasil pemeriksaan dokter jaman dulu. Akhirnya pada tahun 2010 lalu, dia beserta tim penelitinya memutuskan untuk menggunakan teknologi medis modern untuk menguji kembali organ Hachiko.

Menggunakan MRI scan dan beberapa mikroskop canggih, mereka menemukan kanker dalam hati dan paru-paru Hachiko. Temuan baru ini menunjukkan bahwa Hachiko mati karena kanker.

Prefektur-Prefektur Di Jepang

Kata "prefektur" pertama kali diciptakan oleh bangsa Romawi untuk menamakan sebuah wilayah yang mempunyai pemerintahannya sendiri (seperti pemerintah daerah), kira-kira seperti provinsi yang dipimpin oleh gubernur di Indonesia.

Di Jepang sendiri kata prefektur sebenarnya tidak ada, melainkan Todofuken, yang ditetapkan oleh pemerintahan Meiji pada tahun 1868 dengan sistem haihan-chiken (廃藩置県), sistem yang membagi-bagi pemerintahan daerah menjadi lebih dari 300 prefektur.

Karena jumlah yang besar ini dinilai terlalu ribet, banyak wilayah dimerger (digabung) yang kemudian menjadi 72 pada tahun 1871, lalu dirubah lagi menjadi hanya 47 pada tahun 1888 sampai sekarang.








Prefektur = Todofuken / 都道府県

Nishiyama Onsen Keiunkan, Hotel Tertua Di Dunia

Ternyata hotel tertua di dunia ada di Jepang.

Karena zaman dulu belum ada pengertian kata hotel, mungkin akan lebih tepat kalau kita sebut sebagai tempat penginapan ya? Nama tempat penginapan tersebut adalah Nishiyama Onsen Keiunkan yang terletak di Prefektur Yamanashi. Diresmikan pertama kali pada tahun 705, Nishiyama Onsen Keiunkan juga termasuk perusahaan tertua ketiga di Jepang.



Presiden direktur saat ini, Yuji Fukazawa mengatakan bahwa dia sangat ingin hotelnya mendapatkan satu gelar lagi yaitu sebagai tempat pemandian air panas yang mempunyai volume air terbesar di dunia. Pada tahun 2005 lalu Nishiyama Onsen memang telah menggali sumber air panas yang lebih dalam, sedalam 888 meter, yang menghasilkan air panas sebanyak 1.630 liter per menit.

Nishiyama Onsen Keiunkan didirikan oleh Fujiwara Mahito, anak dari Fujiwara Kamatari, yang konon merupakan teman dekat kaisar Tenji (天智天皇) yang berkuasa pada tahun 661 s/d 671. Wow.

Kamu ada dimana ya pada tahun 600-an

Sejarah Mie Instan

Berkat pengusaha yang sangat suka makan mie inilah kita bisa menikmati cepatnya makan mie, tanpa perlu dimasak lagi. Momofuku Ando lahir pada tanggal 5 Maret 1910 di Taiwan (yang pada waktu itu dibawah pendudukan Jepang). Dia memasuki bisnis makanan saat krisis makanan melanda Jepang setelah Perang Dunia II usai.




Dengan tabungannya, dia pindah ke Jepang dan mendirikan perusahaan Nissin Foods pada tanggal 4 September 1948 di Ikeda, Osaka. Ando terinspirasi untuk mengembangkan produk instan ketika ia melihat barisan panjang orang yang mengantri untuk membeli mie ramen di sebuah warung pasca-perang. "Seseorang harus melakukan sesuatu untuk mengatasi ini," katanya.

10 tahun kemudian, dengan seringnya melakukan kegagalan dalam bereksperimen, dia akhirnya berhasil menciptakan mie instan pertama di dunia. Pada tanggal 25 Agustus 1958, mie ayam ramen instan (chikin ramen) pertama diedarkan di pasaran dalam bungkusan plastik.



Inilah yang membuat PT. Indofood Sukses Makmur di Indonesia memproduksi mie instan yang sekarang kita kenal dengan merk dagang "Indomie"...




Lalu pada tahun 1971, Ando mengeluarkan produk mie instan pertama yang siap saji dalam wadah styrofoam tahan air. Rasanya yang enak dan gampangnya cara penyajian - cukup ditambah dengan air panas - membuat produknya ini meraih sukses besar. Ando melihat penemuannya ditebar di rak toko-toko di seluruh dunia.

Menurut asosiasi produsen mie instan Jepang, pada tahun 2010 lebih dari 95 miliar porsi mie instan telah dikonsumsi di seluruh dunia. "Perdamaian datang saat orang-orang sudah cukup makan." Itulah kutipannya yang paling terkenal.

Momofuku Ando meninggal karena gagal jantung pada tanggal 5 Januari 2007 diumurnya yang ke 96 tahun. Ando sempat berkata bahwa rahasianya berumur panjang adalah dengan bermain golf dan memakan chikin ramen hampir setiap hari. Bahkan dia masih memakan chikin ramen sehari sebelum dia meninggal.




Sekarang Nissin Foods memperkerjakan lebih dari 22.000 pegawai di seluruh dunia, dipimpin oleh 2 anak laki-laki sang pendiri, Koki Ando (Presiden Direktur) dan Noritaka Ando (Direktur Marketing) serta 1 anak perempuannya, Kiyotaka Ando (Presiden Direktur Nissin di China).



Mie Instant = Insutantoramen / インスタントラーメン

Maneki Neko / 招き猫

Jepang bisa dibilang sebagai negara kucing. Dimana-mana kita bisa melihat banyak segala sesuatu yang berhubungan dengan kucing. Mulai dari mainan, manga, anime, kafe yang disediakan khusus untuk para pencinta kucing, sampe kucing yang diangkat menjadi kepala stasiun kereta.





Bagaimana sih sejarahnya kehidupan kucing di Jepang? Ayo kita telusuri.

Menurut kepercayaan, orang-orang Jepang mulai memelihara kucing sekitar tahun 1000-an. Adalah kaisar Ichijo (987-1011) yang pertama kali memperkenalkan kucing peliharaan kepada masyarakat Jepang setelah dia menerima utusan dari negeri China yang membawa kucing peliharaannya. Saat itu, tentu saja, hanya kalangan dari istana yang mampu memelihara kucing karena harganya yang sangat mahal.

Banyak yang menganggap kucing sebagai simbol keberuntungan, seperti para pemilik toko yang memajang Maneki Neko (招き猫 / kucing yang memanggil atau kucing yang mengundang). Banyak sekali orang yang salah paham dengan mengira Maneki Neko beasal dari China, padahal faktanya Maneki Neko berasal dari Jepang sekitar tahun 1870-an semasa era Meiji.





Gambar di kiri adalah Maneki Neko yang ada di jaman modern, yang selalu digambarkan membawa Koban (koin emas dari jaman Edo). Jika dipajang di toko, dipercaya akan mengundang banyak pembeli untuk datang ke toko.

Sedangkan gambar di kanan adalah patung tua Maneki Neko yang terbuat dari kayu, yang berada di pasar Ofuna, Prefektur Kanagawa. Dibawah kaki kanannya terdapat sebuah palu godam yang bertuliskan Fuku (福) yang berarti keberuntungan atau kemakmuran.

Sedangkan bell yang menggantung di kalungnya adalah aksesoris yang biasa dikenakan oleh keluarga-keluarga kaya yang memelihara kucing pada jaman Edo.

Menurut sebuah survey di Jepang, sekitar 60% Maneki Neko di Jepang mengangkat kaki kirinya, 39% mengangkat kaki kanannya, dan hanya 1% yang mengangkat kedua kakinya. Kepercayaanya adalah kaki kiri dapat mengundang para pelanggan, sedangkan kaki kanan yang memberikan kekayaan.

Namun, seperti layaknya koin yang memiliki dua sisi berbeda, banyak juga yang percaya kalau kucing mengundang nasib buruk. Ada suatu masa ketika kucing dipercaya dapat berubah menjadi monster, namanya adalah bakeneko dannekomata.

Lain waktu kita akan membahas mengenai kucing-kucing yang ada di Jepang


Belajar Bahasa Jepang: Meminta Maaf

Belakangan ini aku banyak melakukan kesalahan dan membuat beberapa orang marah, jadi kayaknya aku harus meminta maaf sama mereka. (v_v)



Orang Jepang biasanya jauh lebih sering meminta maaf dibandingkan dengan orang-orang dari negara lain. Ini mungkin hasil dari budaya mereka yang terkenal disiplin dan selalu menjunjung tinggi kejujuran dan menghormati mereka yang lebih tua.

Berikut adalah beberapa kata yang digunakan untuk meminta maaf.


1. Sumimasen (すみません)

Ini mungkin adalah kata yang paling umum digunakan untuk meminta maaf. Beberapa orang melafalkannya dengan kata "Suimasen (すいません)".

Kata "Sumimasen" dapat digunakan dalam situasi yang berbeda-beda (seperti ketika kita meminta sesuatu, ketika mengucapkan terima kasih kepada seseorang, dll) tergantung kata ini dipakai dalam kalimat apa. Jika kita meminta maaf karena sesuatu telah dilakukan, "Sumimasen deshita (すみません でした)" dapat digunakan.

2. Moushiwake arimasen (申し訳ありません)

Kata ini digunakan dalam situasi yang sangat formal. Digunakan jika kita berbicara dengan atasan. Jika kita meminta maaf bahwa sesuatu telah dilakukan, "Moushiwake arimasen deshita (申し訳ありませんでした)" dapat digunakan. Seperti "Sumimasen", "Moushiwake arimasen" juga bisa dipakai untuk mengekspresikan rasa terima kasih kita.

3. Shitsurei shimashita (失礼しました)

Kata ini juga merupakan ekspresi formal, tetapi tidak menunjukkan sekuat kata "Moushiwake arimasen".

4. Gomennasai (ごめんなさい)

Nah, kata ini mungkin yang paling umum dipakai orang Jepang dan juga non-Jepang. Tidak seperti "Sumimasen", kata "Gomennasai" khusus dipakai hanya untuk meminta maaf. Karena kurang formal dan memiliki sifat sedikit kekanak-kanakan, kata ini tidak boleh dipakai kepada atasan atau orang yang jauh lebih tua dari kita (kecuali ada hubungan keluarga).

5. Shitsurei (失礼)

Kata non-formal. Sebagian besar digunakan oleh pria. Kata ini juga dapat digunakan sebagai ucapan "Permisi".

6. Doumo (どうも)

Kata non-formal. "Doumo sumimasen" artinya maaf. Kata ini juga dapat digunakan sebagai ucapan "Terima kasih" jika digabung "doumo arigatou".

7. Gomen (ごめん)

Kata yang sangat non-formal, kependekannya dari "Gomennasai". Biasa ditambahkan partikel akhiran "Gomen ne (ごめんね, diucapkan oleh perempuan atau anak-anak)" atau "Gomen na (ごめんな, diucapkan oleh laki-laki). Kata ini hanya digunakan dengan teman dekat atau anggota keluarga.
Permintaan maaf orang Jepang selalu disertai dengan sikap membungkuk. Kita akan membahas mengenai itu minggu depan.

Berwisata melihat Bunga Sakura



Haru ga kita da yo! - musim semi telah datang loh! , yaa… hari ini di Jepang sudah masuk musim semi, saat dimana semua bunga bermekaran dengan indah tak terkecuali bunga yang menjadi nama lain negeri matahari terbit ini, bunga sakura. Pohon sakura yang tidak lain adalah salah satu trademark dan ikon jepang di dunia ternyata berbunga hanya setahun sekali yaitu di bulan ini. Di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshinomulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat. Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week. Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Di Tokyo, saya setidaknya telah menikmati indahnya bunga ini seminggu terakhir di tengah suhu yang masih berkisar antara 5 derajat c sampai 12 derajat c. Cuaca yang aneh memang, karena tidak semestinya kita menikmati indahnya bunga sakura di suhu sedingin itu. bahkan yang aneh lagi, seminggu yang lalu sempat turun salju walau hanya sebentar saja. Kembali lagi ke topik semula tentang sakura, pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunussejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata “sakura” adalah kata “saku” (bahasa Jepang untuk “mekar”) ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak “ra“. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan. Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Sampai saat ini mungkin kita hanya mengenal sakura ya sakura yang berwarna pink padahal sebenarnya tidak hanya warna pink. Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala. Bunga sakura juga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota: bunga tunggal dengan daun mahkota selapis, bunga ganda dengan daun mahkota berlapis, dan bunga semi ganda.

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).

Pada saat sakura bermekaran, ada tradisi di Jepang yang sangat populer yaitu tradisi melihat bunga sakura, atau biasa disebut hanami- diambil dari kata hana = bunga, dan mi (miru)= melihat. Pernah lihat salah satu sketsa film crayon shinchan tentang kegiatan melihat bunga sakura? ya kurang lebih seperti itulah yang terjadi di Jepang. Acara hanami dilakukan dengan bersama-sama rekan kantor, keluarga, teman kuliah dengan membawa alas atau tikar kemudian duduk mengobrol dengan santai di bawah bunga sakura. Masing-masing membawa bekal untuk dimakan bersama-sama. Pada umumnya hanami dilakukan di taman-taman sakura yang merupakan titik sentral kegiatan hanami. Tidak jarang kita harus melakukan booking terlebih dahulu sejak subuh hari untuk mendapatkan tempat yang kita inginkan, kemudian memberi tanda bahwa tempat itu telah kita booking dan datang ke tempat itu lagi kira-kira pukul 10 pagi. Kegiatan selanjutnya adalah mengobrol santai sampai dengan waktu makan siang, makan bekal makan siang yang dibawa dari rumah, dan diakhiri dengan berfoto-foto ria dekat pohon sakura. Sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan bukan ? yuk hanami….













8 Tempat terbaik untuk melihat Sakura

Sumber Artikel Dari : 8 Tempat Terbaik Untuk Melihat Sakura
Musim semi telah tiba. Di Jepang, musim semi berarti waktu mekarnya pohon bunga sakura, bunga khas jepang yang terlihat cantik dengan warna merah mudanya. Namun tidak semua tempat memiliki pohon sakura, hanya beberapa saja yang memiliki bunga sakura terbaik. Lalu di mana lagi tempat terbaik untuk melihat Sakura?

The Osaka Mint Bureau, Osaka

Lebih dari 300 pohon sakura mekar di Osaka Mint Bureau, tepat di tepi sungai Okawa dan diiringi jejeran pedagang jajanan makannan tradisional. Osaka Mint Bureau ini hanya dibuka untuk umum sekali setahu, pada musim semi, dan dengan gratis pula.

Ueno Park, Tokyo

Taman bersejarah di dekat stasiun Ueno, pusat kota Tokyo ini dulunya merupakan bagian dari kuil Edo Kaneiji. Kini, taman ini menjadi surga bagi pencinta sakura di musim semi, karena memiliki lebih dari 10ribu pohon sakura. Setiap bunga sakura mekar, warga Jepang datang ke taman ini untuk melakukan hanami, yaitu makan bersama di bawah pohon sakura.

The Philosopher's Path, Kyoto

Kyoto memang cantik dengan pesona Jepang kunonya, namun Philosopher's Path saat musim semi adalah salah satu tempat terindah dan teromantis di kota ini. ratusan pohon sakura berbaris di jalanan pinggir kanal, membuat kuil-kuil yang berada di sekitar jalan tersebut terlihat makin indah.

Yoshinoyama, Perfektur Nara

Gunung Yoshino di perfektur Nara adalah keajaiban alam - yang tercakup oleh sekitar 30.000 pohon ceri, semuanya ditanam pada ketinggian yang berbeda dan mengarah ke arah kuil yang berada di puncak gunung.

Handayama Botanical Garden, Okayama

selama musim sakura,Handayama Botanical Garden yang terletak di sepanjang lereng bukit yang curam menggabungkan pemandangan kota yang indah dengan pohon sakuranya yang sedang mekar. taman ini Tutup pada hari Selasa, kecuali selama musim hanami.

Hiroshima Peace Park, Hiroshima

Hiroshima peace park merupakan tempat peringatan bencana bom atom yang melanda kota ini pada masa Perang Dunia II. Hal ini membuat suasana mencekam dan suram saat berada di tempat tersebut. Namun selama musim semi, setidaknya 300 pohon sakura mekar di samping sungai di Peace Park, mempercantik suasana mencekam yang ada di taman ini.

Miyajima

Dari Hiroshima, naiklah feri ke Miyajima - sebuah kota di pulau Itsukushima yang terkenal karena gerbang mengambangnya dan juga rusa-rusa yang bebas berkeliaran disana. Ada sekitar 1300 pohon sakura yang melapisi jalur pejalan kaki dan sekitar kuil di Miyajima.

Matsumae Park, Hokkaido

Hokkaido adalah prefektur paling utara di Jepang, dan dengan demikian, musim semi bersakura di hokkaido lebih menarik dari tempat lainnya di Jepang. Terutama di area kastil Mastsumae, yang ditanami pohon sakura dari beragam varietas berbeda yang mekar di waktu yang berbeda-beda pula.

 http://www.jelajahunik.us/2012/06/8-tempat-terbaik-untuk-melihat-sakura.html#ixzz1yRkTiVW0